PROFIL PUSKESMAS KAWALU KOTA TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT
VISI "Puskesmas Kawalu “SINGER” Menuju Terwujudnya Masyarakat Kota Tasikmalaya yang Mandiri untuk Hidup Sehat Tahun 2013"
1. Tujuan Umum... dst
1. Tujuan Umum Untuk mengetahui Gambaran Pelaksanaan Program kesehatan dan hasil yang telah dicapai di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawalu Tahun 2010 rencana kegiatan untuk tahun 2011. 2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui Gambaran Pelaksanaan program kesehatan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawalu Kota Tasikmalaya Tahun 2010. b. Untuk mengetahui hasil-hasil kegiatan masing-masing program di UPTD Puskesmas Kawalu Kota Tasikmalaya tahun 2010. c. Untuk mengetahui gambaran masalah dan prioritas masalah kesehatan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawalu tahun 2010. d. Sebagai dasar dalam pembuatan rencana kegiatan tahun 2011.
C. Visi Puskesmas Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) yang diberi kewenangan dan tanggungjawab bidang kesehatan di tingkat kecamatan/wilayah kerjanya, dalam operasionalnya telah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 128 tahun 2006 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas dan Peraturan Walikota Tasikmalaya Nomor 19 tahun 2006 tentang Sususnan Organisasi dan Tata Kerja UPTD Puskesmas pada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Tujuan pembangunan kesehatan di tingkat kecamatan diarahkan untuk mewujudkan visi Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya yaitu “Tasikmalaya yang mandiri untuk hidup sehat tahun 2013”, artinya pada tahun 2013 diharapkan segenap penduduk Kota Tasikmalaya telah memiliki keterjangkauan/ aksebilitas terhadap pelayanan kesehatan peroranganan dan masyarakat untuk hidup sehat melalui kemandirian. Sebagai implementasi untuk mencapai tujuan diatas, ditetapkan visi puskesmas yaitu Puskesmas Kawalu “SINGER” menuju terwujudnya masyarakat Kota Tasikmalaya yang mandiri untuk hidup sehat Tahun 2013.
D. Misi Puskesmas Dalam rangka pencapaian visi tersebut diatas, maka ditetapkan misi Puskesmas Kawalu, adalah sbb : 1. Meningkatkan pelayanan kesehatan prima dengan kualitas yang optimal. 2. Meningkatkan partisipasi masyarakat menuju keluarga sehat yang mandiri dengan PHBS. 3. Menggalang mitra kerja dengan sumber-sumber yang berpotensi.
BAB II ANALISA SITUASI KESEHATAN
A. Data Umum 1. Geografi Kondisi geografis Kecamatan Kawalu terdiri dari wilayah dataran dan persawahan. Letak Wilayah Kerja Puskesmas Kawalu merupakan satu dari tiga Puskesmas yang berada di Wilayah Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya yang berada di sebelah selatan dengan jarak sekitar 10 km dari Ibukota Kota Tasikmalaya yang dihubungkan dengan jalan raya beraspal dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
| a. | Sebelah Utara | : | Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sambong pari Kecamatan Mangkubumi. |
| b. | Sebelah Timur | : | Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tamansari Kecamatan Tamansari |
| c. | Sebelah Selatan | : | Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Leuwiliang Kecamatan Kawalu |
| d. | Sebelah Barat | : | Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Karang Anyar Kecamatan Kawalu |
Secara Administratif Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawalu termasuk ke Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya tahun 2010 terdiri dari 5 Kelurahan, 63 Rw dan 222 Rt, dengan luas 2.872,5 ha. 2. Lingkungan Kondisi fisik Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawalu dilihat dari penggunaan lahan terdiri dari tanah darat : 1.969,9 Ha dan pesawahan : 902,6 Ha.. Jumlah rumah yang ada sebanyak 11.389 buah. Sarana transportasi di semua Kelurahan sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Untuk kebutuhan air bersih masyarakat menggunakan 6526 berbagai sarana yang ada terdiri dari : SGL 4.390 buah, SGL+ 878 buah, SPT dangkal/dalam 78 buah PDAM 1.180 buah. Mengenai tempat pembuangan kotoran masih banyak ditemukan anggota masyarakat yang membuang ke kolam/empang karena jumlah Jamban keluarga baru tercatat sebanyak 4.355 buah dan tempat pembuangan air limbah berjumlah 3.898 buah. 3. Kependudukan Situasi kependudukan dapat dilihat dari berbagai indikator antara lain tingkat pertumbuhan, angka kelahiran kasar (fertilitas), distribusi penduduk menurut jenis kelamin dan kelompok umur serta kepadatannya. Dari hal-hal tersebut diatas terlihat bahwa Puskesmas Kawalu masih dihadapkan pada beberapa masalah yang cukup besar, seperti yang dapat diuraikan berikut ini : a. Jumlah penduduk. Jumlah penduduk menurut kelurahan dan banyaknya RW, RT dan KK tahun 2010 :
| No. | Nama Kelurahan | Jumlah Penduduk | Jumlah KK | Jumlah RW | Jumlah RT |
| 1. | Karsamenak | 14.191 | 3.920 | 21 | 82 |
| 2. | Tanjung | 6.940 | 2.197 | 8 | 28 |
| 3. | Gunung Gede | 7.475 | 2.134 | 15 | 40 |
| 4. | Gunung Tandala | 7.624 | 2.155 | 12 | 47 |
| 5. | Talagasari | 6.056 | 1.703 | 7 | 25 |
| Jumlah | 42.286 | 11.802 | 63 | 222 |
Sumber : Pendataan tahun 2010 b. Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin. Distribusi penduduk berdasarkan Jenis Kelamin di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawalu pada tahun 2010 adalah Jumlah keseluruhan penduduk laki-laki sebesar 21.610 jiwa (51,10%) dan penduduk perempuan sebanyak 20.676 jiwa (48,89%) dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat seperti pada gambar dibawah ini
c. Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk didasarkan kepada jumlah penduduk dan luas wilayah. Wilayah UPTD Puskesmas Kawalu dengan jumlah peduduk 42.286 jiwa dengan luas wilayah 2872,5 ha yang tersebar di 5 kelurahan memiliki kepadatan penduduk 14,72 jiwa/ha. Gambaran kepadatan penduduk dapat dilihat pada gambar berikut ini ; . d. Distribusi Penduduk menurut jenis pekerjaan Penduduk di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawalu yang banyaknya 42.286 orang tersebar di 5 (lima) Kelurahan dengan kepadatan yang berbeda-beda sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan sebagian lagi bekerja sebagai, buruh, pedagang/pengusaha dan PNS, dengan rincian sebagai berikut : 1) Buruh : 37,54% 2) Petani : 47,57% 3) Pedagang/pengusaha : 13,70% 4) PNS : 1,19% (Sumber : Kantor Kecamatan Kawalu th.2010) 4. Pendidikan Tingkat Pendidikan Masyarakat Dilihat dari pendidikan, penduduk di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawalu pada tahun 2008, tidak tamat SD 7,25%, tamatan Sekolah Dasar (SD)/MI yaitu sebanyak 30,78%, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 27,59%, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 33,95% dan hanya sebagian kecil penduduk (0,43%) yang pendidikannya sampai Perguruan Tinggi baik Akademi atau Universitas. 5. Sarana Pendidikan, Kesehatan dan Peran Serta Masyarakat. Untuk mendukung perkembangan dan dinamika penduduk serta meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di wilayah Puskesmas Kawalu, maka perlu didukung dengan sarana/prasarana pendidikan dan kesehatan. Berdasarkan data tahun 2010 di Puskesmas Kawalu terdapat banyak sarana pendidikan baik formal maupun informal mulai dari TK/TKA/TPA sampai jenjang Sekolah Tinggi. Demikian pula dengan sarana pelayanan kesehatan yang untuk saat ini dikatakan sudah cukup banyak, namun masih perlu ditingkatkan lagi mengingat pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut ini : Tabel 2.1 Jumlah dan Jenis Sarana Pendidikan Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawalu tahun 2010
| No | Jenis Sarana Pendidikan | Jumlah yang ada |
| 1 | TK/ TPA | 8 |
| 2 | SD | 17 |
| 3 | MI | 3 |
| 4 | SLTP | 3 |
| 5 | Madarasah Tsanawiyah | 3 |
| 6 | SMU | 1 |
| 7 | Madrasah Aliyah | 1 |
| 8 | Sekolah Tinggi | 1 |
| 9 | Pondok Pesantren | 10 |
| 10 | SLB | 1 |
Sumber : Profil Puskesmas Kawalu Tahun 2010 Tabel 2.2 Jumlah Sarana dan Tenaga Kesehatan Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawalu tahun 2010
| No | Jenis Sarana dan Tenaga kesehatan | Jumlah yang ada |
| 1 | Puskesmas | 1 |
| 2 | Puskesmas Pembantu | 1 |
| 3 | Poskesdes | 1 |
| 4 | Polindes | 3 |
| 5 | Klinik | 1 |
| 6 | RB | 1 |
| 7 | Apotik | 2 |
| 8 | Bidan Praktek Swasta | 15 |
| 9 | Balai Pengobatan | 5 |
| 10 | Dokter Umum/ Dokter Gigi | 2/1 |
| 11 | Perawat | 6 |
| 12 | Perawat Gigi | 2 |
| 13 | Bidan | 14 |
| 14 | Sanitarian | 1 |
| 15 | Nutrisionis | 1 |
| 16 | Analis Kesehatan | 1 |
| 17 | Asisten Apoteker | 1 |
| 18 | Tata Usaha | 1 |
Tabel berikut ini menjelaskan jumlah dan jenis peran serta dari masyarakat sebagai salah satu upaya dalam melaksanakan kegiatannya sebagai bentuk partisipasi aktif mereka terutama dalam bidang kesehatan. Tabel 2.3 Jumlah Jenis Peran Serta Masyarakat Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawalu tahun 2010
| No | Jenis Peran Serta Masyarakat | Jumlah yang ada |
| 1 | Posyandu | 52 |
| 2 | Jumlah Kelompok Usila | 7 |
| 3 | Dukun Bayi Terlatih | 8 |
| 4 | Dukun Bayi Tidak Terlatih | 6 |
| 5 | Kader Aktif | 310 |
(Sumber : Profil Puskesmas Kawalu Tahun 2010) Tabel 2.4 Jumlah Sasaran Kelompok Khusus Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawalu tahun 2010
| No | Jumlah Sasaran Kelompok Khusus | Sasaran |
| 1 | Ibu Hamil | 527 |
| 2 | Bayi 0-28 hari (Neo) | 95 |
| 3 | Anak Balita (1-5 tahun) | 3.077 |
| 4 | Ibu Bersalin | 91 |
| 5 | Ibu Meneteki | 1.540 |
| 6 | Wanita Usia Subur (WUS) | 11.550 |
| 7 | PUS | 8.604 |
| 8 | Peserta KB | 5.542 |
Tabel 2.4 Menjelaskan mengenai jumlah sasaran kelompok khusus yang ada di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawalu, khususnya yang berhubungan dengan program kesehatan ibu dan anak. 6. Strategi UPTD Puskesmas Kawalu Untuk mencapai visi dan misi diatas, UPTD Puskesmas Kawalu sebagai UPTD yang berada di tingkat kecamatan, berdasar pada strategi sebagai berikut ; 1. Pembangunan Kota Tasikmalaya berwawasan kesehatan 2. Pengembangan profesionalisme tenaga kesehatan 3. Pengembangan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat 4. Desentralisasi 7. Kebijakan Puskesmas Kawalu Kebijakan yang ditetapkan puskesmas, mengarah pada kebijakan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, yaitu ; 1. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu 2. Meningkatkan kualitas lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat 3. Meningkatkan efektivitas upaya pemberantasan penyakit menular 4. Meningkatkan kualitas upaya kesehatan keluarga guna mewujudkan keluarga sehat, mandiri dan sumber daya manusia yang berkualitas 5. Meningkatkan manajemen kesehatan yang akuntabel, perencanaan kesehatan berdasarkan fakta, penguatan system kesehatan dan SDM kesehatan. 8. Program UPTD Puskesmas Kawalu Program yang dilaksanakan di Puskesmas Kawalu adalah untuk melaksanakan program Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya yaitu : 1. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan meliputi pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan khusus, pelayanan kesehatan rujukan, promosi kesehatan dan system pembiayaan kesehatan (Jamkesmas) 2. Pemberantasan penyakit menular meliputi pemberantasan penyakit bersumber binatang, pemberantasan penyakit menular langsung, pencegahan penyakit dan pengamatan penyakit 3. Peningkatan kesehatan lingkungan meliputi pengawasan kualitas air dan lingkungan, penyehatan lingkungan pemukiman, penyehatan tempat-tempat umum dan industri dan penyehatan makanan dan minuman 4. Kesehatan keluarga meliputi pembinaan kesehatan ibu dan anak (KIA), kesehatan usia lanjut dan perbaikan gizi keluarga 5. Pengawasan obat dan bahan berbahaya 6. Pengembangan kualitas manajemen kesehatan yang meliputi pengembangan manajemen kebijakan serta pengembangan system informasi kesehatan. 9. Sasaran UPTD Puskesmas Kawalu Sasaran program kesehatan Puskesmas Kawalu sebagai UPTD tingkat kecamatan yaitu : 1. Meningkatnya akses penduduk terhadap pelayanan kesehatan dasar dan rujukan 2. Terwujudnya pengembangan sarana pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan dan tuntutan masyarakat 3. Meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat, upaya-upaya kesehatan berswadaya masyarakat. 4. Terlaksananya penggunaan obat yang rasional 5. Terlaksananya upaya kesehatan lingkungan di seluruh lingkungan pemukiman, tempat-tempat umum dan industri yang melibatkan peran serta masyarakat serta potensi sektor swasta 6. Terwujudnya penurunan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular dan kejadian luar biasa 7. Meningkatnya status gizi dan kesehatan ibu, anak remaja dan usila. B. Data Sumber Daya 1. Keadaan Sarana dan Fasilitas Puskesmas Puskesmas Kawalu terletak di Kelurahan Karsamenak dengan jarak ± 3 km dari Kantor Kecamatan sebagai pusat pemerintahan. Dalam rangka melaksanakan pelayanan kegiatan UPTD Puskesmas Kawalu ditunjang dengan sarana dan fasilitas yang tersedia yaitu diantaranya ; a. 1 unit bangunan puskesmas rawat jalan b. 1 unit bangunan perumahan dokter Umum c. 1 unit bangunan perumahan dokter Gigi d. 2 unit bangunan perumahan paramedis e. 1 unit bangunan puskesmas pembantu f. 5 unit bangunan polindes g. 1 unit bangunan poskesdes h. 1 unit mobil puskesmas keliling i. 5 unit kendaraan motor 2. Sumber Daya Manusia UPTD Puskesmas Kawalu Guna mendukung program peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kawalu, maka ketersediaan tenaga medis merupakan salah satu orientasi program pemerintah. Sebagai Sumber Daya Manusia yang tersedia di Puskesmas Kawalu pada tahun 2010 berdasarkan status jabatan terdiri dari: 2 orang tenaga struktural, 28 orang sebagai tenaga fungsional, dengan status kepegawaian 27 orang PNS, 3 orang bidan PTT serta dibantu oleh 6 orang tenaga sukarelawan. Dilihat dari jenis ketenagaannya meliputi ; tenaga medis 2 orang, perawat 6 orang, perawat gigi 2 orang, bidan 14 orang, sanitarian 1 orang, analis kesehatan 1 orang, petugas gizi 1 orang, asisten Apoteker 1 orang dan sebagai Kepala UPTD Puskesmas 1 orang, Kepala Tata Usaha 1 orang. Berdasarkan tempat kerjanya, tenaga kesehatan di Puskesmas Kawalu terdiri dari 19 petugas berada di puskesmas induk, 1 orang di puskesmas pembantu dan 10 orang sebagai bidan kelurahan. Untuk lebih jelasnya tentang ketenagaan puskesmas dapat di lihat pada tabel berikut ini ; Tabel 2.5 Jumlah Tenaga Puskesmas Kawalu tahun 2010
| Jenis Tenaga | Jumlah | Tempat Kerja |
| Dokter Umum | 1 Orang | Puskesmas |
| Dokter Gigi | 1 orang | Puskesmas |
| Perawat | 6 Orang | Puskesmas dan Pustu 1 orang |
| Perawat Gigi | 2 Orang | Puskesmas |
| Bidan | 14 Orang | 4 orang di Puskesmas dan 10 orang di kelurahan |
| Sanitarian | 1 Orang | Puskesmas |
| Analis Laboratorium | 1 Orang | Puskesmas |
| Petugas Gizi | 1 Orang | Puskesmas |
| Asisten Apoteker | 1 Orang | Puskesmas |
| Kepala Puskesmas | 1 Orang | Puskesmas |
| Kepala Tata Usaha | 1 Orang | Puskesmas |
(Sumber : Profil Puskesmas Kawalu tahun 2010). C. Derajat Kesehatan Secara umum derajat kesehatan di Puskesmas Kawalu sudah semakin meningkat dari tahun ketahun. Untuk melihat lebih jauh gambaran derajat kesehatan ini di Puskesmas Kawalu pada tahun 2010 dapat dideskripsikan seperti pada uraian berikutnya a. Umur harapan hidup waktu lahir ( E o ) . Salah satu indikator derajat kesehatan yang digunakan secara luas yaitu umur harapan hidup waktu lahir ( Eo ) ( UHH ) . Indikator ini bahkan digunakan sebagai salah satu alat ukur terpenting dalam menghitung dan menentukan Indek Mutu Hidup atau Indek Pembangunan Manusia ( IPM ). UHH Mencerminkan lamanya usia seorang bayi baru lahir di harapkan hidup dan dapat menggambarkan taraf hidup suatu bangsa. Beberapa faktor yang mempengaruhi angka ini selain dari faktor kesehatan, antara lain mencakup ekonomi atau daya beli dan pen didikan. b. Kematian Angka kematian merupakan salah satu faktor yang dipakai sebagai indikator derajat Kesehatan penduduk disuatu daerah. Beberapa angka kematian yang sering digunakan sebagai indikator adalah Angka Kematian Kasar ( Cruide Death Rate / CDR ), Angka Kematian Bayi ( Infant Mortality Rate / IMR ), Angka Kematian Anak Balita ( Child Mortality Rate / CMR ), Anka Kematian Ibu Bersalain ( Mathernal Mortality Rate / MMR ) dan Angka Harapan Hidup Waktu Lahir ( Eo ). 1. Kematian kasar Dalam dekade ini terakhir ini, Angka Kematian Kasar Nasional maupun Propinsi Jawa Barat cenderung menurun dari tahun ketahun . Menurut Biro Pusat Statistik Propinsi Jawa Barat, Angka Kamtian Kasar pada tahun 1980 di Propinsi Jawa Barat adalah 13.60 per 1000 penduduk , tahun 1985 menjadi 11.30 per 1000 penduduk dan 9.20 per 1000 penduduk tahun 1990, Tahun 1997 sebesar 8.40 per 1000 penduduk.. Untuk tahun 1999 masih sama dengan tahun 1997 karena belum ada data yang baru . Berdasarkan hasil SKRT 1995 penyebab kematian umum di Indonesia adalah penyakit jantung dan pembuluh darah 18,90 %. Penyebab kematian secara lengkap dapat dilihat pada gambar berikut : 2. Kematian Menurut Golongan Umur a. Kematian Bayi Angka Kematian Bayi atau Infant Mortality ( IMR ) adalah Jumlah kematian bayi dibawah usia satu tahun pada setiap 1.000 kelahiran. Angka ini merupakan salah satu indikator yang sensitif terhadap ketersediaan pemanfaatan dan kualitas pelayanan kesehatan terutama pelayanan perinatal. Disamping itu AKB juga mempunyai hubungan dengan pendapatan keluarga, jumlah anggauta keluarga, pendidikan Ibu dan Gizi keluarga. Angka ini juga merupakan indikator terbaik untuk menilai pembangunan Sosial Ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkan b. Kematian Anak Balita Angka kematian Anak Balita untuk tahun 2007 sebesar 26 orang, tahun 2008 sebesar 29 orang dan tahun 2010 sebesar 12 orang. Angka kematian Balita (0-5 tahun) adalah jumlah bayi dan anak balita yang meninggal sebelum umur 5 tahun per 1.000 balita. Angka Kematian Balita ini disamping menggambarkan keberhasilan program KIA , juga menggambarkan keadaan faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan balita seperti Gizi , Sanitasi, Penyakit Menular dan Kecelakaan. Dalam arti luas indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan sosial dan tingkat kemiskinan penduduk. c. Angka Kematian Ibu Bersalin (MMR) Angka kematian ibu maternal atau Maternal Mortality Rate (MMR) menunjukan banyaknya ibu hamil atau ibu bersalin yang meninggal pada setiap 1.000 kelahiran hidup. Di wilayah Puskesmas kawalu tahun 2010 terdapat 2 kasus kematian ibu. Angka ini berguna untuk menggambarkan Status Gizi dan kesehatan ibu, Kondisi kesehatan lingkungan serta tingkat pelayanan kesehatan terutama ibu pada saat hamil, ibu melahirkan dan masa nifas. d. Kejadian Luar Biasa (KLB) Dalam kurun waktu tahun 2007 sampai dengan tahun 2010 tidak terjadi kasus Kejadian Luar Biasa (KLB). e. Status Gizi 1. Status Gizi Balita Masalah Gizi merupakan faktor resiko terjadinya penyakit, hal ini berkaitan dengan daya tahan tubuh dan kerentanan seseorang terhadap suatu penyakit. Asupan makanan dapat memberikan konsekuensi individu, baik status kesehatan, pertumbuhan, mental dan fungsi lainya (Kognitif, imunitas, reproduksi dll). Status Gizi bayi dan Balita salah satunya merupakan hal yang berperan penting dalam perkembangan tumbuh dibanding kelompok usia lain. Melihat gambar diatas, bayi Berat Badan Bawah Garis Merah (BB BGM) terjadi penurunan pada tahun . Dilihat dari hasil kegiatan Bulan Penimbangan Balita yang dilaksanakan pada bulan Agustus diperoleh gambaran bahwa dari jumlah sasaran 3.836 balita yang ditimbang sebanyak 3.836 orang (100 %) ternyata ada 54 orang (1,4 %) termasuk gizi buruk, 153 orang (3,98%) gizi kurang, 3.534 orang (92,12 %) gizi baik dan 95 orang (2,47 %) gizi lebih. 2. Kurang Vitamin A Tujuan Utama program penanggulangan KVA (Kurang Vitamin A) yaitu untuk meurunkan prevalensi Xerophtalmia. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan upaya yang terus menerus ditingkat pusat maupun daerah. Penanggulangan defisiesi vit A setiap 6 bulan sekali, pendidikan di posyandu dan fortifikasi bahan makanan yang banyak dikonsumsi anak balita dengan vitamin A. Pemberian satu kapsul vit A pada ibu setelah melahirkan bertujuan meningkatkan kadar vitamin A dalam ASI bagi ibu dalam 1 - 2 minggu. Disamping itu pula ibu menyusui dapat diberikan pendidikan gizi di posyandu tentang pentingnya mengkonsumsi makanan sumber vitamin A. Distribusi vitamin A pada balita dan ibu nifas di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kawalu tahun 2007 s/d 2010 terjadi penurunan seperti terlihat pada gambar 2.9 dibawah ini : 3. Gangguan akibat kurang yodium Tujuan utama program penanggulangan GAKY adalah untuk menurunkan angka total dan angka gondok nyata serta mencegah munculnya kasus kretin pada bayi baru lahir di daerah endemik sedang dan berat. Pada tahun 2010 mencapai 0%.
f. Perilaku Masyarakat Partisipasi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh masyarakat melalui posyandu pada tahun 2010 mulai membaik yaitu 91,8%, hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar ibu balita memanfaatkan posyandu sebagai Sarana Pelayanan Kesehatan terdekat dan milik mereka sendiri. Jumlah posyandu yang tercatat di Puskesmas Kawalu untuk tahun 2010 yaitu 52 buah.
D. Masalah Kesehatan 1. Kematian a. Kematian Bayi Situasi AKB di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kawalu dari tahun 2006-2008 terjadi penaikan. Untuk AKB tahun 2006 yaitu 21 orang, tahun 2007 yaitu 26 orang, dan tahun 2008 yaitu 28 orang. Sekarang tahun 2010 masih terjadi kematian bayi/balita yaitu 12 orang, tetapi cenderung menurun dari tahun-tahun sebelumnya.
Kematian Balita Berdasarkan data dari Program KIA Puskesmas Kawalu, angka kematian bayi/Balita (AKABA) tahun 2010 ada 12 orang, bila dibandingkan dengan data dari BPS angka kematian Provinsi Jawa Barat pada tahun 1993 sebesar 101 per 1000 Balita. b. Kematian Ibu Kematian ibu pada tahun 2008 sebanyak 3 orang dan pada tahun 2010 sebanyak 2 orang. Angka ini diperoleh dari laporan rutin KIA Puskesmas Kawalu melalui bidan kelurahan. Tabel 2.6 Situasi Pertolongan Persalinan dan Prosentase Kematian Ibu bersalin di Puskesmas Kawalu Tahun 2008 s/d 2010
| Variabel | Tahun | ||
| 2008 | 2009 | 2010 | |
| Jumlah Persalinan | 80,1% | 78,1% | 83,1% |
| Bulin Nakes | 70,4% | 71,3% | 77,8% |
| % Bulin Nakes Terhadap persalinan | 91% | 91,29% | 93,62% |
| Kematian ibu maternal, terdiri dari : | |||
| - Kematian Bumil | 1 | 1 | |
| - Kematian Bulin | 1 | ||
| - Kematian Bufas | 1 | 1 | |
| Penyebab Kematian Maternal : | |||
| - Perdarahan | |||
| - PEb | |||
| - Eklamsia | |||
| - Infeksi | |||
| - Hipertensi | |||
| - KET | |||
| - Jantung | 2 | 1 | |
| - Ginjal | 1 | ||
| - EKL | |||
| - Lain lain | 1 | ||
| % Angka Kematian | 0,24 | ||
Sumber : Program KIA Puskesmas Kawalu tahun 2010
Kematian ibu ini merupakan indikator derajat kesehatan masyarakat yang penting. 2. Kesakitan Selama tahun 2010 keadaan pasien yang dilayani di UPTD Puskesmas Kawalu beserta jajarannya mencapai sebanyak 29.808 kasus yang terdiri dari : 1. Kasus Dalam Kota : 19.796 kasus 2. Kasus Askes : 4.204 kasus 3. Jamkesmas : 4611 kasus 4. SKTM : 858 kasus 5. Kasus Astek : 98 kasus 6. Kasus Luar Kota : 241 kasus
Dari gambar 2.17 terlihat bahwa Proporsi dari masing-masing kasus yaitu Kasus Dalam Kota 66,4%, Askes 14,1%, Jamkesmas 18,3%,SKTM 2,9%, Astek 0,3% dan kasus Luar Kota 0,8%. 3. 10 Besar Penyakit Jumlah dan Jenis 10 besar penyakit Di Puskesmas Kawalu tahun 2010.
| NO | Jenis | Jumlah | % |
| 1 | ISPA Atas | 2552 | 8,56 |
| 2 | Gangguan Kulit Lainnya | 2026 | 6,79 |
| 3 | Gastritis/Tukak Lambung | 1626 | 5,45 |
| 4 | Obs Febris | 1266 | 4,24 |
| 5 | Hipertensi | 1032 | 3,46 |
| 6 | Gejala dan tanda umum lainnya | 841 | 2,82 |
| 7 | Batuk | 822 | 2,75 |
| 8 | Influenza | 733 | 2,45 |
| 9 | Myalgia | 722 | 2,42 |
| 10 | Penyakit gigi lainnya | 622 | 2,08 |
Sumber : Puskesmas Kawalu tahun 2010. Tabel diatas menjelaskan tentang jumlah dan jenis penyakit yang termasuk ke dalam 10 besar penyakit yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kawalu pada tahun 2010. Dilihat dari jenis penyakit terbanyak adalah penyakit ISPA yaitu 2552 kasus atau (8,56%) dan jumlah terkecil adalah penyakit gigi lainnya yaitu 622 kasus atau (2,08%). BAB III PELAKSANAAN UPAYA KESEHATAN
- Upaya Wajib
Upaya kesehatan wajib puskesmas adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan komitmen nasional, regional dan global serta yang mempunyai daya ungkit tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Upaya kesehatan wajib ini harus diselenggarakan oleh setiap puskesmas yang ada diwilayah indonesia. Upaya kesehatan wajib tersebut adalah : 1. Upaya Promosi Kesehatan . 2. Upaya Kesehatan Lingkungan. 3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana. 4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat. 5. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular. 6. Upaya Pengobatan.
- Upaya Kesehatan Pengembangan
Upaya kesehatan pengebangan puskesmas adalah upaya yang ditapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan puskesmas. Upaya kesehatan pengembangan dipilih dari daftar upaya kesehatan pokok puskesmas yang telah ada yakni : 1. Upaya Kesehatan Sekolah. 2. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat. 3. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut. 4. Upaya Kesehatan Mata. 5. Upaya Kesehatan Usia lanjut. BAB IV PENCAPAIAN PROGRAM PUSKESMAS
Dalam bab ini akan digambarkan mengenai hasil kegiatan dari berbagai macam program yang dilaksanakan di UPTD Puskesmas Kawalu pada tahun 2010 baik yang merupakan program wajib maupun program pengembangan.
| No. | JENIS KEGIATAN | TARGET SASARAN | PENCAPAIAN | CAKUPAN | TARGET |
| (4/3 X 100%) | |||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
| I. | UPAYA KESEHATAN WAJIB | ||||
| A. | UPAYA PROMOSI KESEHATAN | ||||
| PROMOSI KESEHATAN DALAM GEDUNG | |||||
| 1 | Cakupan Komunikasi Interpersonal dan Konseling (KIP/K) | 29.808 | 540 | 1,81 | 5,00 |
| 2 | Cakupan Penyuluhan kelompok oleh petugas di dalam gedung Puskesmas | 96 | 48 | 50,00 | 100,00 |
| 3 | Cakupan Pengkajian dan Pembinaan PHBS di Tatanan Institusi Kesehatan | 1 | 1 | 100,00 | 100,00 |
| PROMOSI KESEHATAN LUAR GEDUNG | |||||
| 4 | Cakupan Pengkajian dan Pembinaan PHBS di Tatanan Rumah Tangga | 1050 | 598 | 56,95 | 65 |
| 5 | Cakupan Pemberdayaan Masyarakat melalui Penyuluhan Kelompok oleh Petugas di Masyarakat | 12 | 12 | 100,00 | 100 |
| 6 | Cakupan UKBM dilihat melalui persentase (%) Posyandu Purnama & Mandiri | 3 | 3 | 100,00 | 65 |
| 7 | Pembina Pemberdayaan Masyarakat dilihat melalui Persentase (%) Desa Siaga Aktif (untuk Kabupaten)/ RW Siaga Aktif (untuk kota) | 56 | 10 | 17,86 | 60 |
| 8 | Cakupan Pemberdayaan Individu/ Keluarga melalui Kunjungan Rumah | 540 | 285 | 52,78 | 50 |
| CAKUPAN VARIABEL 1.A. | 59,9 | ||||
| B. | UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN | ||||
| 1 | Cakupan Pengawasan Rumah Sehat | 14.141 | 473 | 3,34 | 100 |
| 2 | Cakupan Pengawasan Sarana Air Bersih | 6.468 | 518 | 8,01 | 100 |
| 3 | Cakupan Pengawasan Jamban | 4.315 | 510 | 11,82 | 100 |
| 4 | Cakupan Pengawasan Tempat-Tempat Umum (TTU) | 233 | 40 | 17,17 | 100 |
| 5 | Cakupan Pengawasan Tempat Pengolahan Makanan (TPM) | 233 | 38 | 16,31 | 100 |
| 6 | Cakupan Pengawasan Industri | 298 | 8 | 2,68 | 100 |
| 7 | Cakupan Kegiatan Klinik Sanitasi | 48 | 12 | 25,00 | 25 |
| CAKUPAN VARIABEL 1.B. | 12,0 | ||||
| C. | UPAYA KIA & KB | ||||
| KESEHATAN IBU | |||||
| 1 | Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4 | 1099 | 1102 | 100,27 | 85,52 |
| 2 | Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan | 892 | 1057 | 118,50 | 80,44 |
| 3 | Cakupan Komplikasi Kebidanan yang ditangani | 258 | 298 | 115,50 | 63,42 |
| 4 | Cakupan Pelayanan Nifas | 1057 | 845 | 79,94 | 84 |
| KESEHATAN ANAK | |||||
| 5 | Cakupan Kunjungan Neonatus 1 (KN1) | 1261 | 1089 | 86,36 | 89 |
| 6 | Cakupan Kunjungan Neonatus Lengkap (KN Lengkap) | 1261 | 1078 | 85,49 | 80 |
| 7 | Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang ditangani | 189 | 49 | 25,93 | 34,93 |
| 8 | Cakupan Kunjungan Bayi | 1261 | 618 | 49,01 | 80,85 |
| KELUARGA BERENCANA | |||||
| 9 | Cakupan Peserta KB Aktif | 3809 | 732 | 19,22 | 100 |
| CAKUPAN VARIABEL 1.C. | 75,6 | ||||
| D. | UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT | ||||
| 1 | Cakupan Keluarga Sadar Gizi | 11713 | 11476 | 97,98 | 100 |
| 2 | Cakupan Balita Ditimbang (D/S) | 6675 | 6675 | 100,00 | 80 |
| 3 | Cakupan Distribusi Kapsul Vitamin A bagi Bayi (6-11 bulan) | 813 | 799 | 98,28 | 100 |
| 4 | Cakupan Distribusi Kapsul Vitamin A Bagi Anak Balita (12-59 bulan) | 6111 | 6111 | 100,00 | 90 |
| 5 | Cakupan Distribusi Kapsul Vitamin A bagi Ibu Nifas | 1234 | 1083 | 87,76 | 100 |
| 6 | Cakupan Distribusi Tablet Fe 90 tablet pada ibu hamil | 1257 | 1100 | 87,51 | 90 |
| 7 | Cakupan Distribusi MP- ASI Baduta Gakin | 11 | 6 | 54,55 | 100 |
| 8 | Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan | 1 | 0 | 0,00 | 100 |
| 9 | Cakupan ASI Eksklusif | 725 | 521 | 71,86 | 90 |
| CAKUPAN VARIABEL 1.D. | 77,5 | ||||
| E. | UPAYA PENCEGAHAN & P2M | ||||
| PELAYANAN IMUNISASI DASAR | |||||
| 1 | Cakupan BCG | 1174 | 1196 | 101,87 | 98 |
| 2 | Cakupan DPTHB 1 | 1174 | 1177 | 100,26 | 98 |
| 3 | Cakupan DPTHB 3 | 1174 | 1111 | 94,63 | 90 |
| 4 | Cakupan Polio 4 | 1174 | 1129 | 96,17 | 90 |
| 5 | Cakupan Campak | 1174 | 1097 | 93,44 | 90 |
| PELAYANAN IMUNISASI LANJUTAN | |||||
| 1 | Cakupan BIAS DT | 993 | 938 | 94,46 | 95 |
| 2 | Cakupan BIAS TT | 2079 | 1924 | 92,54 | 95 |
| 3 | Cakupan BIAS Campak | 988 | 951 | 96,26 | 95 |
| 4 | Cakupan Pelayanan Imunisasi Ibu Hamil TT2+ | 1292 | 1141 | 88,31 | 90 |
| 5 | Cakupan Desa/ Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) | 5 | 5 | 100,00 | 100 |
| 6 | Cakupan Sistem Kewaspadaan Dini | 52 | 52 | 100,00 | 90 |
| 7 | Cakupan Surveilans Terpadu Penyakit | 733 | 733 | 100,00 | 100 |
| PENEMUAN DAN PENANGANAN PENDERITA PENYAKIT | |||||
| 1 | Cakupan Penderita Peneumonia Balita | 4040 | 503 | 12,45 | 86 |
| 2 | Cakupan Penemuan Pasien baru TB BTA Positif | 54 | 39 | 72,22 | 80 |
| 3 | Cakupan Kesembuhan Pasien TB BTA Positif | 39 | 21 | 53,85 | 85 |
| 4 | Cakupan Penderita DBD yang ditangani | 32 | 32 | 100,00 | 100 |
| 5 | Cakupan Penemuan Penderita Diare | 18901 | 453 | 2,40 | 75 |
| CAKUPAN VARIABEL 1.E. | 79,1 | ||||
| F. | UPAYA PENGOBATAN | ||||
| 1 | Kunjungan Rawat Jalan | 50540 | 29808 | 58,98 | 100 |
| 2 | Kunjungan Rawat Jalan Gigi | 1616 | 2216 | 137,13 | 100 |
| 3 | Cakupan jumlah seluruh Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas | 1796 | 1796 | 100,00 | 100 |
| 4 | Cakupan Jumlah Pemeriksaan Laboratorium yang dirujuk | 1796 | 20 | 1,11 | 100 |
| 5 | Cakupan Asuhan Keperawatan Individu pada Pasien Rawat Inap | 1 | 0,00 | 100 |
| No. | JENIS KEGIATAN | TARGET SASARAN | PENCAPAIAN | CAKUPAN | TARGET |
| (3/4 X 100%) | |||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
| II. | UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN | ||||
| A. | UPAYA KESEHATAN SEKOLAH | ||||
| 1 | Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan setingkat | 1110 | 1110 | 100,00 | 100 |
| CAKUPAN VARIABEL 2.A. | 100 | ||||
| B. | UPAYA KESEHATAN OLAH RAGA | ||||
| 1 | Cakupan Pembinaan Kelompok Olahraga | 1 | 1 | 100,00 | 100 |
| CAKUPAN VARIABEL 2.B. | 100,00 | ||||
| C. | UPAYA PERAWATAN KES. MASY. | ||||
| 1 | Cakupan Keluarga Dibina (Keluarga Rawan) | 1 | 0 | 0,00 | 100 |
| 2 | Cakupan Tingkat Keluarga Mandiri | 1 | 0 | 0,00 | 100 |
| CAKUPAN VARIABEL 2.C. | 0,00 | ||||
| D. | UPAYA KESEHATAN KERJA | ||||
| 1 | Cakupan Pembinaan Pos UKK | 1 | 0 | 0,00 | 100 |
| 2 | Cakupan Penanganan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Panyakit Akibat Hubungan Kerja (AHK) | 1 | 0 | 0,00 | 100 |
| CAKUPAN VARIABEL 2.D. | 0,00 | ||||
| E. | UPAYA KES. GIGI & MULUT | ||||
| 1 | Cakupan Pembinaan Kesehatan Gigi di Masyaakat | 5 | 1 | 20,00 | 60 |
| 2 | Cakupan Pembinaan Kesehatan Gigi di TK | 7 | 2 | 28,57 | 80 |
| 3 | Cakupan Pembinaan Kesehatan Gigi dan Mulut di SD/ MI | 20 | 2 | 10,00 | 80 |
| 4 | Cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa TK | 219 | 210 | 95,89 | 80 |
| 5 | Cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa SD | 5336 | 347 | 6,50 | 80 |
| 6 | Cakupan Penanganan Siswa TK yang Membutuhkan Perawatan Kesehatan Gigi | 219 | 42 | 19,18 | 100 |
| 7 | Cakupan Penanganan Siswa SD yang Membutuhkan Perawatan Kesehatan Gigi | 347 | 260 | 74,93 | 100 |
| CAKUPAN VARIABEL 2.E. | 36,44 | ||||
| F. | UPAYA KESEHATAN JIWA | ||||
| 1 | Cakupan Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Jiwa | 1 | 0 | 0,00 | 100 |
| 2 | Cakupan Penanganan Pasien Terdeteksi Gangguan Kesehatan Jiwa | 1 | 0 | 0,00 | 100 |
| 3 | Cakupan Penyuluhan Kesehatan Jiwa ke Masyarakat oleh Petugas Puskesmas dan Kader | 1 | 0 | 0,00 | 100 |
| CAKUPAN VARIABEL 2.F. | 0,00 | ||||
| G. | UPAYA KESEHATAN INDRA | ||||
| KESEHATAN MATA | |||||
| 1 | Cakupan Penjaringan Penemuan Kasus Kelainan Refraksi melalui Pemeriksaan Fungsi Penglihatan di SD/ MI | 4 | 4 | 100,00 | 100 |
| 2 | Cakupan Penanganan Kasus Kelainan Refraksi di SD/ MI | 4 | 4 | 100,00 | 100 |
| 3 | Cakupan Penanganan Penyakit Katarak | 8 | 1 | 12,50 | 100 |
| 4 | Cakupan Kasus Gangguan Pendengaran di SD/ MI yang ditangani | 1 | 0 | 0,00 | 100 |
| 5 | Cakupan Penanganan Kasus Gangguan Pendengaran di SD/ MI | 1 | 0 | 0,00 | 100 |
| CAKUPAN VARIABEL 2.G. | 42,5 | ||||
| H. | UPAYA KESEHATAN USIA LANJUT | ||||
| 1 | Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut | 1078 | 210 | 19,48 | 100 |
| 2 | Cakupan Pembinaan Usia Lanjut pada Kelompok Usia lanjut | 7 | 7 | 100,00 | 100 |
| CAKUPAN VARIABEL 2.H. | 59,74 | ||||
| I. | UPAYA KESEHATAN TRADISIONAL | ||||
| 1 | Cakupan Pembinaan Upaya Kesehatan Tradisional (Kestrad) | 1 | 0 | 0 | 100 |
| 2 | Cakupan Pengobat Tradisional Terdaftar/ berijin | 1 | 0 | 0 | 100 |
| 3 | Cakupan Pembinaaan Kelompok Taman Obat Keluarga (TOGA) | 1 | 1 | 100 | 100 |


